Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Bismillah walhamdulillah
wassholatu wassalamu ala rasulillah sayyidina Muhammad bin abdillah wa’ala
alihi wasahbihi waman hadah. Amma bakdu.
Yang terhormat bapak
kepala madrasah tsanawiyah negeri termas
Bapak ibu guru, ibu KTU
beserta staf. Dan tak lupa anak-anakku yang saya banggakan.
Melihat kalian semua,
bapak merasa bangga. Bahwa siswa madrasah penuh semangat mengikuti upacara hari
senin dengan riang. Mata menatap tajam. Pakaian disetrika, memakai sepatu
hitam, kaos kaki putih, ikat pinggang tidak lupa, juga dasi dan peci hitam wuih
siswa madrasah keren sekali. Siswa yang mempunyai imaginasi masa depan yang
cerah. Masa depan ditatap dengan dada membusung. Saya siap menghadapinya dengan
giat masuk sekolah setiap hari agar ilmu bisa bertambah dan bertambah.
Bapak teringat suatu
maqalah yang ditulis oleh kiai kita Kun mustafidan kulla yaumin ziyadatan Minal
ilmi wasbah fi buhuril fawaidi. Jadikan dirimu orang yang mendapat ilmu setiap
hari. wasbah fi buhuril fawaidi Berenanglah di lautan makna.
Ada kearifan yang
disampaikan kiai. Beliau menulis tidak asal menulis. Namun yang ditulis berasal
dari permenungan dan pengalaman yang sarat makna. Sehingga yang ditulis menjadi
bernas. Angan-angan saya beliau menulis seperti pekerjaan filosof termenung dan
berfikir. Hasilnya adalah suatu kesimpulan.
Siswa yang seorang
pencari ilmu dianjurkan untuk mencari ilmu setiap hari. Agar ilmunya senantiasa
bertambah. Dengan tidak membolos, apa yang disampaikan guru diperhatikan dan ditulis,
proses mencari ketika belajar, tugas yang diberi dikerjakan dengan
sebaik-baiknya itulah berenang di lautan makna. Lautan laksana kumpulan yang
tiada bertepi. Begitu juga ilmu. Tidak akan selesai seseorang mencari ilmu.
Bahkan dibatasi waktupun ilmu Allah masih sangat luas. Namun yang jelas proses
pembelajaran yang sekarang ini dijalani adalah proses mencari ilmu itu sendiri.
Anak-anakku yang saya
banggakan…
Sebentar lagi tepatnya
insyaallah bulan Maret 2015 awal akan dilaksanakan mid semester ganjil untuk
kelas VII dan VIII serta ujian semester bagi kelas IX. Maka sejak sekarang
kalian perlu menyiapkan diri sebaik-baiknya. Dengan perencanaan belajar maka
insyaallah hasilnya tidak akan mengecewakan.
Lalu bila hari Jumat
teman-teman kalian dari OSIS yang berkeliling mengumpulkan dana itulah dana
infak kalian. Fungsinya dari kalian oleh kalian dan untuk kalian. Berguna untuk
menjenguk teman kalian yang sakit atau ada keluarga dari wali murid yang
meninggal. Untuk itu sisihkan sebagaian kecil dari uang saku kalian untuk dana
infak ini. Semoga hal kecil ini adalah latihan kalian untuk memulai berinfak.
Kelak hal ini menjadi terbiasa dan menjadi kebiasaan hidup yang baik.
Anak-anakku…
Alhamdulillah, madrasah
kita sudah mempunyai website. Kalian bisa melihat keberadaan madrasah kita di
dunia maya. Tidak itu saja madrasah juga memfasilitasi guru dan siswa untuk
mempunyai web sendiri dan gratis. Manfaatkanlah hal ini dengan sebaik-baiknya.
Sudah ada lima bapak ibu guru yang mempunyai web. Bagi siswa mangga dipersilahkan.
Bila merunut sejarah
hidup kiai kita. Beliau-beliau walaupun sudah wafat namun nama beliau tetap
harum dan dikenang. Mengapa ini terjadi? Karena beliau-beliau mempunyai karya
berupa kitab atau tulisan yang dibaca setiap hari oleh puluhan ribu orang. Dan
memberi inspirasi banyak orang untuk mengikutinya. Dan pencerahan hidup ini
menjadi salah kebutuhan hidup manusia dewasa ini. Tidak cukup begitu saja,
pundi-pundi amal saleh beliau ditransfer ke rekening amal beliau sebagai
sedekah jariyah.
Diantara kiai-kiai itu misalnya
Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Hasyim Asyari, Gus Dur, Syekh Mahfud
Attarmasi, Syekh Nawawi Albantani, Kiai Sahal Mahfud dan masih banyak yang
lain. Hal tersebut bisa dijadikan contoh oleh kita. Dengan mempunyai web pribadi
ada pikiran yang bisa dituangkan lalu diunggah di web. Kalau ada yang membaca
dan memberi inspirasi bagi banyak orang maka hal tersebut menjadi amal saleh
kita. Disisi yang lain sebagai media dakwah bahwa insan madrasah juga bisa
berdakwah Islam moderat melalui dunia maya.
Saya kita cukup sekian
dari bapak yang bisa disampaikan. Mohon maaf, wallahul muwafiq ila aqwamith
thorieq wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar