Selasa, 27 Januari 2015

Berenang Lautan Makna

Pada Upacara Hari Senin (26/1/2015), penulis berkesempatan menjadi Pembina Upacara. Adapun teks sambutannya sebagai berikut:
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillah walhamdulillah wassholatu wassalamu ala rasulillah sayyidina Muhammad bin abdillah wa’ala alihi wasahbihi waman hadah. Amma bakdu.
Yang terhormat bapak kepala madrasah tsanawiyah negeri termas
Bapak ibu guru, ibu KTU beserta staf. Dan tak lupa anak-anakku yang saya banggakan.
Melihat kalian semua, bapak merasa bangga. Bahwa siswa madrasah penuh semangat mengikuti upacara hari senin dengan riang. Mata menatap tajam. Pakaian disetrika, memakai sepatu hitam, kaos kaki putih, ikat pinggang tidak lupa, juga dasi dan peci hitam wuih siswa madrasah keren sekali. Siswa yang mempunyai imaginasi masa depan yang cerah. Masa depan ditatap dengan dada membusung. Saya siap menghadapinya dengan giat masuk sekolah setiap hari agar ilmu bisa bertambah  dan bertambah.
Bapak teringat suatu maqalah yang ditulis oleh kiai kita Kun mustafidan kulla yaumin ziyadatan Minal ilmi wasbah fi buhuril fawaidi. Jadikan dirimu orang yang mendapat ilmu setiap hari. wasbah fi buhuril fawaidi Berenanglah di lautan makna.
Ada kearifan yang disampaikan kiai. Beliau menulis tidak asal menulis. Namun yang ditulis berasal dari permenungan dan pengalaman yang sarat makna. Sehingga yang ditulis menjadi bernas. Angan-angan saya beliau menulis seperti pekerjaan filosof termenung dan berfikir. Hasilnya adalah suatu kesimpulan.
Siswa yang seorang pencari ilmu dianjurkan untuk mencari ilmu setiap hari. Agar ilmunya senantiasa bertambah. Dengan tidak membolos, apa yang disampaikan guru diperhatikan dan ditulis, proses mencari ketika belajar, tugas yang diberi dikerjakan dengan sebaik-baiknya itulah berenang di lautan makna. Lautan laksana kumpulan yang tiada bertepi. Begitu juga ilmu. Tidak akan selesai seseorang mencari ilmu. Bahkan dibatasi waktupun ilmu Allah masih sangat luas. Namun yang jelas proses pembelajaran yang sekarang ini dijalani adalah proses mencari ilmu itu sendiri.
Anak-anakku yang saya banggakan…
Sebentar lagi tepatnya insyaallah bulan Maret 2015 awal akan dilaksanakan mid semester ganjil untuk kelas VII dan VIII serta ujian semester bagi kelas IX. Maka sejak sekarang kalian perlu menyiapkan diri sebaik-baiknya. Dengan perencanaan belajar maka insyaallah hasilnya tidak akan mengecewakan.
Lalu bila hari Jumat teman-teman kalian dari OSIS yang berkeliling mengumpulkan dana itulah dana infak kalian. Fungsinya dari kalian oleh kalian dan untuk kalian. Berguna untuk menjenguk teman kalian yang sakit atau ada keluarga dari wali murid yang meninggal. Untuk itu sisihkan sebagaian kecil dari uang saku kalian untuk dana infak ini. Semoga hal kecil ini adalah latihan kalian untuk memulai berinfak. Kelak hal ini menjadi terbiasa dan menjadi kebiasaan hidup yang baik.
Anak-anakku…
Alhamdulillah, madrasah kita sudah mempunyai website. Kalian bisa melihat keberadaan madrasah kita di dunia maya. Tidak itu saja madrasah juga memfasilitasi guru dan siswa untuk mempunyai web sendiri dan gratis. Manfaatkanlah hal ini dengan sebaik-baiknya. Sudah ada lima bapak ibu guru yang mempunyai web. Bagi siswa mangga dipersilahkan.
Bila merunut sejarah hidup kiai kita. Beliau-beliau walaupun sudah wafat namun nama beliau tetap harum dan dikenang. Mengapa ini terjadi? Karena beliau-beliau mempunyai karya berupa kitab atau tulisan yang dibaca setiap hari oleh puluhan ribu orang. Dan memberi inspirasi banyak orang untuk mengikutinya. Dan pencerahan hidup ini menjadi salah kebutuhan hidup manusia dewasa ini. Tidak cukup begitu saja, pundi-pundi amal saleh beliau ditransfer ke rekening amal beliau sebagai sedekah jariyah.
Diantara kiai-kiai itu misalnya Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Hasyim Asyari, Gus Dur, Syekh Mahfud Attarmasi, Syekh Nawawi Albantani, Kiai Sahal Mahfud dan masih banyak yang lain. Hal tersebut bisa dijadikan contoh oleh kita. Dengan mempunyai web pribadi ada pikiran yang bisa dituangkan lalu diunggah di web. Kalau ada yang membaca dan memberi inspirasi bagi banyak orang maka hal tersebut menjadi amal saleh kita. Disisi yang lain sebagai media dakwah bahwa insan madrasah juga bisa berdakwah Islam moderat melalui dunia maya.
Saya kita cukup sekian dari bapak yang bisa disampaikan. Mohon maaf, wallahul muwafiq ila aqwamith thorieq wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar