Sabtu, 02 Oktober 2010

Akhlak Terpuji

STANDAR KOMPETENSI
2. Menerapkan akhlak terpuji kepada diri sendiri.

KOMPETENSI DASAR
1.1. Menjelaskan pengertian dan pentingnya berilmu, kerja keras, kreatif dan produktif.
1.2. Mengidentifikasi bentuk dan contoh-contoh perilaku berilmu, kerja keras, kreatif dan produktif.
1.3. Menunjukkan nilai-nilai positif dari berilmu, kerja keras, kreatif dan produktif dalam fenomena kehidupan.
1.4. Membiasakan perilaku berilmu, kerja keras, kreatif dan produktif dalam kehidupan sehari-hari.

A. Berilmu
Manusia di dunia adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus ditempuh. Di mulai dari alam arwah, alam kandungan, alam nyata, alam kubur dan alam akhirat. Sekarang masih dalam tahap alam nyata yakni hidup di dunia. Dalam mengarungi bahtera kehidupan manusia di beri anugerah napsu dan akal. Dengan keduanya diharapkan manusia dapat hidup layak. Namun tidak dengan sendirinya, setelah manusia lahir langsung bisa hidup mandiri. Ada beberapa proses yang harus dilalui.
Diantaranya belajar bicara, berjalan, berinteraksi dengan orang lain dan lain sebagainya. Dengan akal, manusia bisa membedakan hal yang baik dan buruk. Maka akal perlu dididik dalam pendidikan. Agar kemampuan akal yang luar biasa bisa dikendalikan dengan baik dalam rambu-rambu kehidupan. Adapun dalam proses pendidikan atau pencarian ilmu bisa diperoleh dalam lembaga pendidikan formal seperti pondok pesantren, sekolah, madrasah. Atau juga lembaga pendidikan non formal seperti dalam keluarga. Bisa dalam jalur pendidikan informal seperti kursus dan pelatihan. Sehingga akan terjadi perbedaan antara orang yang berilmu atau berpendidikan dengan orang yang tidak berilmu.
Allah SWT telah berjanji dalam al-Qur’an bahwa orang yang beriman dan berilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya disisiNya. Surat al-Mujadalah: 11 Allah berfirman

         .......
Artinya: …Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”..

Dulu umat Islam pernah memegang mahkota peradaban selama kurang lebih 800 tahun. Yang sebelumnya dipegang bangsa Romawi dan Yunani. Sekarang yang memegang mahkotanya adalah bangsa Barat. Memang peradaban manusia hanya dikuasai oleh orang yang menguasai ilmu pengetahuan. Kalau kita ingin merebut kembali peradaban itu maka mau tidak mau kita harus menguasai ilmu pengetahuan.
Berilmu atau mempunyai ilmu pengetahuan berarti orang yang mempunyai ilmu. Dalam kehidupan orang Jawa dikatakan sebagai orang yang alim. Artinya orang yang lebih tahu. Orang yang berilmu diibaratkan seperti pohon padi. Semakin berisi semakin merunduk. Dengan mempunyai ilmtidak malah sombong. Menyombongkan ketinggian ilmunya yang tidak bisa dijangkau orang lain. Tetapi menyadari bahwa ia dititipi sedikit ilmu oleh Allah. Dan hanya Allah saja yang shohibul ilmi, yang mempunyai ilmu laksana banyaknya air di lautan atau banyaknya pasir di pantai. Tidak ada orang yang bisa menghitungnya. Dan ilmu yang dimiliki dimanfaatkan untuk kepentingan agama nusa dan bangsa.



B. Kerja Keras
Dalam hidup manusia wajib berusaha. Wajib berikhtiyar untuk mencukupi kehidupannya dengan bekerja. Dalam sebuah qaidah fiqhiyyah yang berbunyi ma la yatimmu al waj Sehingga menjadi manusia mandiri yang tidak menggantungkan beban kepada orang lain. Maka dibutuhkanlah kesungguhan. Dalam bekerja keras meliputi beberapa unsur:
1. Semangat dalam bekerja
Semangat kerja keras, berusaha mengubah nasib atau takdir yang sudah ditetapkan Allah kepada kita. Hal tersebut merupakan anjuran agama bagi setiap muslim. Manusia wajib berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan. Hanya orang yang mau bekerja keras yang akan meraih prestasi dan kesuksesan hidup. Sesuai dengan perintah Allah dalam surat al-Jumuah ayat 10:


               
Artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung”

Islam sangat membenci orang-orang yang malas. Hanya duduk berpangku tangan, menganggur menantikan bintang jatuh dari langit. Islam sangat menganjurkan agar kita selalu semangat dalam bekerja seakan-akan kita akan mati esok pagi. Seperti hadits yang diriwayatkan Ibnu Asakir.
Dari penjelasan di atas maka jelaslah bahwa manusia mempunyai kewajiban untuk berusaha merubah nasib dari kemunduran, keterbelakangan, kebodohan dan lubang kemiskinan menuju kemajuan. Prestasi tidak datang dengan sendirinya melainkan dari hasil kerja keras.

2. Terampil dalam bekerja
Terampil dalam bekerja sangat dianjurkan oleh Islam. Hanya dengan terampil nilai kerja akan mencapai kesuksesan dan dengan terampil maka produktivitas kerja akan tercapai dengan baik.
3. Sikap semangat kompetitif
Kerja keras perlu semangat kompetitif yang tinggi sehingga nilai dan kualitas pekerjaan akan bertambah baik. Namun yang harus diingat bahwa kompetitif harus dengan cara sehat, jauh dari intrik atau kecurangan. Allah SWT telah menerangkan dalam QS al-Maidah:48

   

Artinya: “Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan”.

4. Hasil Kerja yang baik
Ciri kerja yang baik diantaranya:
a. Pekerjaan bisa selesai dengan tuntas dan tepat waktu.
b. Pekerjaan selesai dengan meninggalkan kesan yang baik.
c. Bisa bermanfaat bagi orang lain.
d. Bisa menjadi investasi akhirat.

C. Kreatif
Kreatif berarti memanfaatkan sesuatu yang kurang berguna menjadi barang yang berguna. Dalam kehidupan terkadang terjadi anomali. Orang yang mempunyai kompetensi ekonomi bisa juga menjadi pendidik, begitu juga lulusan fakultas pendidikan bisa juga menjadi politisi atau bahkan pengusaha. Itu bukan barang yang aneh di negeri ini. Dan hal tersebut perlu disikapi dengan bijak. Latar belakang apapun pendidikan kalau sudah dihadapkan dengan kebutuhan pasar kerja dan nafkah keluarga maka dikerjakan juga. Bisa juga berprofesi sebagai pendidik punya sampingan di bidang pertanian dan peternakan karena mempunyai kemampuan di bidang tersebut. Ini juga tidak salah dan kreatif. Yang penting bagaimana profesi yang ditekuni adalah profesi halal dan baik.
Sementara orang menganggap bahwa sampah adalah barang yang kotor dan menjijikkan. Tetapi di tangan pemulung, sampah menjadi uang dan bisa menghidupi keluarga. Ada seorang pemulung di Bantargebang, tempat pembungan akhir wilayah Jabotabek bisa mendapat uang bersih Rp 500.000,00 tiap hari sebagai pengepul sampah. Sampah disendirikan sesuai jenisnya. Lalu ditimbang dan dijual. Itulah salah satu sisi kehidupan, memanfaatkan barang yang tidak berguna menjadi uang.


D. Produktif
Produktif berarti menghasilkan sesuatu yang berguna. Kita diberi anugerah Allah SWT sebagai makhluk yang sempurna. Dan diberi waktu 24 jam sehari. Dari waktu yang disediakan Allah kepada manusia. Ada yang bisa memanfaatkan dengan menuntaskan banyak pekerjaan. Ada hanya 2 sampai 3 pekerjaan. Ada hanya satu pekerjaan. Bahkan ada yang tidak bisa menuntaskan satu pekerjaan sama sekali. Dari itu, tinggal kita memilih menjadi orang yang produktif, setengah produktif atau menjadi orang tidak produktif sama sekali. Padahal sudah sejak 1400 tahun yang lalu Gusti kita Kanjeng Nabi Muhammad telah mengingatkan dalam Al-Qur’an surat al-Asr bahwa betapa pentingnya waktu. Waktu menjadi modal yang tidak terhingga nilainya bagi seseorang. Bisa mengantarkan menjadi orang yang berprestasi atau hanya menjadi pecundang.


 

1. Demi masa.

Allah sendiri bahkan telah bersumpah dengan waktu. Hal tersebut menunjukkan agar kita pandai-pandai dalam mengatur waktu sehingga semua tugas yang menjadi beban kita bisa diselesaikan dengan sebaik-bainya.


TUGAS KOMPETENSI

Mengapa dalam hidup kita harus bekerja membanting tulang? Jelaskan jawaban Anda dengan mendiskusikan dengan teman-teman sekelas!

………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………


Soal Essay
1. Mengapa kita perlu semangat bekerja keras? Jelaskan!
2. Sebutkan ciri-ciri hasil kerja yang baik!
3. Mengapa seorang muslim harus berilmu pengetahuan?
4. Bagaimana caranya memulai agar bisa bersikap kreatif dalam kehidupan?
5. Apa yang akan diperoleh seseorang bila hidupnya produktif?

0 komentar: